Fakta Dan Mitos Seputar Tes IELTS

IELTS Reading Tips – Kepentingan tes IELTS, khususnya bagi Kalian yg ingin melanjutkan studi alias bekerja di luar negeri, membikin tak sedikit orang-orang mengikuti. Hanya itu, bersama dengan peningkatan peminat tes, mitos yg berkembang tentang tes IELTS sudah berkembang. Berikut merupakan berbagai mitos yg tak jarang muncul pada tes IELTS:

1. Mitos: IELTS lebih susah dari tes yg serupa
Fakta: Tes IELTS mempunyai tingkat kesulitan yg sama semacam tes yg serupa. Semua pertanyaan yg diberikan sudah dibangun sedemikian rupa jadi mereka bisa dipakai sebagai barometer untuk memahami bahasa Inggris seseorang. Untuk menghadapi tes ini merupakan sama dengan tes lain, ia memperlukan persiapan, keterampilan bahasa mental, fisik, serta bahasa Inggris. Bahkan, untuk memperoleh skor yg diinginkan, berbagai trik untuk mengambil tes, tergolong Kiat Membaca IELTS, juga butuh dipelajari terlebih dahulu.

2. Mitos: Bisa Dapatkan Nilai Baik di Negara Sendiri
Fakta: Tes IELTS merupakan global jadi di mana saja tes diadakan, standar penilaian yg dipakai tetap sama. Bahkan, tim tes serta bahan yg disediakan tak tidak sama bagi setiap negara. Ini berarti di mana-mana negara Kalian mengambil tes IELTS, kualitas yg Kalian dapatkan tetap sama dengan performa Anda. Dalam permasalahan ini, Kalian hanya bisa menambah skor IELTS dari sisi persiapan mental, fisik, serta teknik untuk menghadapi ujian, tergolong Kiat Membaca IELTS.

3. Mitos: Tersenyum serta Membuat Penguji Tertawa ketika Ujian Berbicara Dapat Meningkatkan Skor
Fakta: Senyuman hanya bisa menolong Kalian menghadapi ujian dengan lebih tenang. Bila hati tenang, Kalian akan lancar dalam menjawab pertanyaan. Bahkan pemeriksa yg tertawa tak berarti menjadi penentu jawaban yg Kalian buat. Artinya, bukan senyuman serta tes tertawa yg membikin Kalian memperoleh skor yg tinggi, melainkan tetap keterampilan bahasa Anda.

4. Mitos: Aksen Bahasa Harus Sesuai dengan Pemeriksa
Fakta: aksen apa pun yg Kalian gunakan ketika tes berbicara, pemeriksa tetap akan memberi kualitas tinggi apabila bahasa yg Kalian gunakan merupakan benar. Ini berarti Kalian tak butuh merubah aksen Kalian sendiri berdasarkan aksen Amerika, Inggris alias Australia. Fokus pada sebutan bahasa dengan terang serta alamiah jadi pemeriksa bisa memahaminya.

5. Mitos: Menjawab Melebihi Batas Kuasa untuk Mendapat Nilai Tinggi
Fakta: pada tes IELTS, yg dinilai merupakan pemahaman akan indikator perintah, bukan kebagusan deskripsi yg Kalian ungkapkan. Dengan kata lain, sebaik apa pun penjelasan yg Kalian berbagi jadi melebihi batasan perintah yg ditetapkan, justru pengurangan poin yg diperoleh. Pemeriksa berpendapat bahwa Kalian tak memahami perintah yg diberikan.

Ini merupakan berbagai mitos yg sudah tak sedikit dikembangkan dalam masyarakat yg terkait dengan tes IELTS. Untuk berhasil menjalani tes ini serta dapatkan skor tinggi, meninggalkan mitos. Berkonsentrasi pada trik tes IELTS yg berhasil, tergolong penggunaan Indikator Bacaan IELTS.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *