Mengenal Kampung Adat Bela Dan Wainyapu

Kampung Bela

Kampung Bela terdapat di Desa Beja, Kecamatan Bajawa atau berjarak kira-kira 7 kilometer dari kota Bajawa, ibukota Kabupaten Ngada. Potensi yang dipunyai desa ini ialah potensi alam serta budaya. Di Kampung Bela, seperti biasanya kampung-kampung di Bajawa ada rumah adat serta megalith dengan latar belakang panorama bukit yang indah.

Di kampung ini pula ada kerajinan tenun ikat ciri khas Ngada. Di sini Anda bisa lihat proses menenun lewat cara tradisional apabila Anda tertarik, Anda dapat membelinya. Desa ini ialah primadona budaya di Kecamatan Bajawa.

Letaknya yang tidaklah terlalu jauh dari kota Bajawa, membuat Kampung Bela gampang dijangkau oleh beberapa wisatawan. Karenanya ada kepastian waktu adanya penerapan upacara kebiasaan adat istiadat Reba yakni yang diadakan pada tiap-tiap tanggal 15 Januari pada setiap tahunnya, Kampung Bela dapat jadi tujuan utama buat Anda bila ingin menelusuri Kampung-Kampung Megalith dan yang berkonsep rumah klasik di Nusa Tenggara Timur.

 Kampung Wainyapu

rumah klasik

Kampung Wainyapu ialah suatu kampung dengan rumah adat (Uma Kalada) yang masih tetap asli berjumlah 60 unit rumah serta terpelihara dengan baik. Kampung ini mempunyai daya tarik sebab keaslian rumah adat dan konsep bangunan rumah klasik serta batu-batu kubur megalith yang unik sekitar 1.058 buah dan perilaku hidup penduduk yang selalu menjaga kebiasaan istiadat kuno dan Tradisi Marapu.

Tradisi Marapu adalah kebiasaan tradisi budaya kuno seperti pembuatan rumah adat, Penarikan Batu Pendam serta Upacara Adat Pasola yang telah populer dikalangan wisatawan yang masih berjalan sampai sekarang.

Daya tarik lainnya dari kampung ini ialah letaknya yang ada pas di tepi Pantai Wainyapu jadi panorama yang unik saat berdiri di tepi pantai sekalian sambil melihat pesona alam di balik pohon-pohon yang menampakan menara atap rumah adat yang menjulang tinggi.

Banyak wisatawan mancanegara terutamanya wisatawan kapal pesiar yang berlayar di selatan Pulau Sumba menelusuri kampung ini untuk melihat pesona keasrian budaya masa lalu yang sangatlah susah diketemukan di jaman moderen ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *